top of page

Xi Jinping Serukan Reunifikasi Taiwan dan Kebangkitan China

Menjelang pemilihan umum (pemilu) presiden dan parlemen di Taiwan yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Januari 2024, Presiden Xi Jinping mengatakan dalam pidato akhir tahun 2023 bahwa Taiwan akan bersatu kembali dengan China. Di tengah ketegangan tinggi antara China dan Taiwan, Xi Jinping berulang kali menegaskan pendiriannya bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan harus menjalani reunifikasi di masa mendatang—dengan kekuatan militer jika memang diperlukan.


"Semua warga China di kedua sisi Selat Taiwan harus terikat tujuan bersama dan turut serta dalam kejayaan kebangkitan bangsa China," kata Xi Jinping dalam pidatonya. "Ibu Pertiwi pasti akan bersatu kembali," imbuh dia, seperti dikutip dari ANI, Rabu (3/1/2024).


China Ingin Caplok Taiwan Secara Damai Pidato Xi Jinping tersebut merupakan kali kedua dalam beberapa hari terakhir terkait isu Taiwan. Dia juga menyampaikan hal serupa, yaitu menyatukan kembali Taiwan, dalam sebuah simposium di Beijing dalam acara peringatan 130 tahun kelahiran Mao Zedong—bapak pendiri Komunis China. "Reunifikasi penuh Tanah Air adalah tren yang tidak dapat ditolak," ujar Xi Jinping dalam acara tersebut, seraya menambahkan bahwa China akan dengan tegas mencegah siapa pun memecah belah kedua belah pihak.


Sementara itu di Taiwan, warga bersiap menuju tempat pemungutan suara. Jajak pendapat terkini menunjukkan warga mendukung kandidat berhaluan independen, Lai Ching-te. Separatis Taiwan China sangat marah atas indikasi internasional mengenai kemerdekaan Taiwan. Militer China melakukan latihan tembak-menembak selama berminggu-minggu di sekitar Taiwan pada 2022 setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) saat itu, Nancy Pelosi, melakukan perjalanan ke sana.


selengkapnya kunjungi:


bottom of page