top of page

Xi Jinping Beri Peringatan ke Jepang, Ada Apa?


Presiden China Xi Jinping dilaporkan memberi peringatan ke Jepang. Hal itu dilakukan saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida, di sela-sela KTT APEC di Amerika Serikat (AS).

Mengutip AFP Jumat, Xi menegaskan bahwa pelepasan limbah radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima akan berdampak ke kesehatan umat manusia. Pernyataan Xi diungkapkan Kementerian Luar Negeri Beijing pada Jumat (17/11/2023).


"Xi Jinping menyatakan dalam pertemuan dengan... Kishida bahwa pelepasan air yang terkontaminasi dari PLTN Fukushima di Jepang mengkhawatirkan kesehatan seluruh umat manusia," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.

Xi, ujar dia, telah mendesak Kishida selama pembicaraan di San Francisco untuk melakukan pertimbangkan. Termasuk kekhawatiran yang sah di dalam dan luar negeri".


PLTN Fukushima diketahui sudah membuang gelombang kedua air limbah radioaktif yang telah diolah ke laut sejak Oktober. Ini terjadi setelah putaran pertama pembuangan berakhir dengan lancar, Agustus hingga 11 September.

Sebelumnya Operator pembangkit listrik Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO) mengatakan para pekerja mengaktifkan pompa untuk mengencerkan limbah yang telah diolah dengan air laut dalam jumlah besar. Nantinya campuran itu akan disalurkan ke laut melalui terowongan untuk dibuang.


Diketahui, sekitar 1,34 juta ton air limbah radioaktif disimpan di sekitar 1.000 tangki di pembangkit nuklir tersebut. Jumlah ini terakumulasi sejak pembangkit listrik tersebut lumpuh akibat gempa bumi besar dan tsunami pada tahun 2011.

China sendiri merupakan salah satu negara yang memprotes hal itu. Beijing melarang semua impor makanan laut Jepang.


Kishida dilaporkan juga menanggapi ini. Dalam pertemuan APEC ia menuntut China memberi bukti ilmiah dan menghapus pembatasan impor produk makanan Jepang.

"Kedua belah pihak sepakat untuk mencari solusi melalui dialog dan diskusi berdasarkan sikap konstruktif," muat AFP mengutipnya.


China dan Jepang merupakan negara tetangga dengan sejumlah permasalahan. Jepang menegaskan keprihatinan serius mengenai aktivitas militer China di dekat negerinya termasuk kolaborasinya dengan Rusia

Setidaknya 17 orang Jepang telah ditahan oleh otoritas China sejak amandemen undang-undang anti-spionase Tiongkok berlaku pada tahun 2015. Kedutaan Besar Jepang mengkonfirmasi bulan lalu bahwa salah satu warganya, seorang karyawan perusahaan farmasi Jepang Astellas, telah ditangkap secara resmi beberapa bulan setelah Beijing mengatakan pihaknya menahan pria tersebut atas tuduhan mata-mata.


sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20231117183223-4-489996/xi-jinping-beri-peringatan-ke-jepang-ada-apa


bottom of page