top of page

Tentang Ishikawa Jepang yang Diguncang Gempa M 7,5 di 1 Januari 2024

Gempa M 7,5 mengguncang Jepang terjadi pada 1 Januari 2024, tepatnya di Prefektur Ishikawa. Ishikawa dikenal sebagai salah satu destinasi wisata Jepang yang menawarkan situs budaya, sejarah, keindahan alam, kuil, taman, hingga masakan asli Jepang.


Beberapa wilayah yang termasuk area Ishikawa adalah Kanazawa, Semenanjung Noto, serta Kaga dan Hausan. Berikut ini serba-serbi Ishikawa di Jepang.


Menurut situs Britannica, Ishikawa adalah prefektur bagian barat Honshu, Jepang yang menghadap Laut Jepang (Laut Timur). Ini mencakup bentangan barat Pegunungan Alpen Jepang di tenggara dan hampir seluruh Semenanjung Noto di utara.


Prefektur Ishikawa berbatasan dengan Laut Jepang di utara, Toyama di timur, Gifu di selatan, dan Fukui di barat. Kanazawa, ibu kota prefektur Ishikawa, terletak di pusat sepanjang pantai.


Meskipun salju musim dingin melimpah di prefektur Ishikawa, suhunya tidak rendah. Prefektur Ishikawa didominasi sawah dan pertanian dengan kepemilikan tanah tiap individu yang relatif besar. Adapun industri yang berpusat di Kanazawa, meliputi mesin, sutra dan rayon, peralatan pernis, dan peralatan kutani (porselen).


Selain itu, ada laut, pegunungan, dan ladang subur yang tidak hanya membentuk geografi Ishikawa, tetapi juga kehidupan warganya. Tebing bergerigi dan formasi batuan merupakan titik pengamatan alami perairan biru cerah di Laut Jepang.


Sejarah Ishikawa

Dilansir situs resminya, Ishikawa dimulai dari klan Kaga yang menguasai tanah Ishikawa pada zaman Edo (1603-1868). Di sinilah kerajinan tradisional, seni pertunjukan, budaya makanan, dan aspek lainnya dikembangkan melalui penggunaan kekuatan finansial nomor dua setelah shogun.


Penguasanya, keluarga Maeda, mencurahkan sumber dayanya untuk kerajinan, seni rupa, upacara minum teh, masakan, dan perhotelan. Warisan mereka dapat ditemukan dalam karya daun emas yang sangat indah, porselen Kunitani yang berwarna-warni, kuil, taman, dan teater di Prefektur Ishikawa.


Kota Kanazawa dibentuk oleh para pengikut samurai mereka, yang lingkungan tradisionalnya melestarikan suasana sejarahnya. Saat ini, kreativitas dan semangat Ishikawa terhadap keramahtamahan terus memengaruhi penginapan ryokan modern, galeri inovatif, dan arsitektur kontemporernya.


Area Wisata di Ishikawa

Di Kota Kanazawa, ibu kota Prefektur Ishikawa, pengunjung dapat menikmati suasana era samurai, seperti taman Kenroku-en dan pemukiman samurai Nagamachi yang dulunya merupakan tempat tinggal para samurai. Kanazawa adalah pusat budaya tradisional.


Selain itu, ada Semenanjung Noto di sebelah utara Kanazawa yang menghadap Laut Jepang, di mana desa-desa nelayan tradisional tersebar di pesisir pantai. Semenanjung Noto menyajikan pemandangan pedesaan dan warisan pertanian.


Wisata di Semenanjung Noto memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan sederhana masyarakat yang tinggal di sana dengan berkah laut dan hutan satoyama.


Ada pula Kaga dan Hakusan, sumber air panas dengan pemandangan pegunungan dan Laut Jepang. Kaga Onsen mencakup empat desa sumber air panas yang berbeda, sedangkan Gunung Hakusan setinggi 2.700 meter telah menjadi tujuan pemujaan pertapa sejak zaman kuno.


Kawasan Kaga dan Hakusan juga bisa untuk menikmati makanan laut Jepang yang segar, wisata alam yang masih alami, kerajinan tangan seperti porselen Kutani, serta kuil dan tempat pemujaan yang tenang.




bottom of page