top of page

Tak Hanya AS-China, Militer Korut Juga Jadi Ancaman IKN!


Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan sistem pertahanan dan keamanan yang paling canggih untuk mengantisipasi ancaman dari negara lain. Dalam Seminar Ketahanan Nasional dengan tema 'Pertahanan Cerdas 5.0 Ibu Kota Nusantara', pada (25/5/2023) di Hotel Borobudur, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto membeberkan beberapa potensi ancaman dari negara lain terhadap kawasan IKN. Menurutnya dari Perspektif geografis IKN terletak pada lokasi strategis, namun mengandung kerentanan terhadap ancaman. "Dari jenis dan bentuk ancaman kita kerucutkan ancaman terhadap IKN yaitu, wilayah IKN dekat dengan perbatasan dengan Malaysia," kata Donny dikutip, Jumat (1/12/2023).

Selain itu Donny juga menyebut Trans-National Crime dan Terrorist Transit Triangle. Lalu adanya ancaman dari arah barat yakni konflik terbuka di Laut China Selatan, dan dari timur adanya potensi kerawanan pada ALKI (ALur Laut Kepulauan Indonesia) II. Serta ancaman dari utara dekat dengan Malaysia. Tak hanya itu dari paparannya, wilayah IKN juga masuk dalam radius beberapa rudal dan senjata dari dari beberapa negara seperti India, China, dan Korea Utara. "Juga dalam radius jelajah ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) dan rudal hypersonic negara tertentu," sebutnya. IKN juga mendekati Flight Information Region (FIR) negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina. Lalu Donny menyatakan adanya Five Power Defence Arrangement (FPDA), Australia United Kingdom dan United State of America (ALUKUS), dan One Belt One Road (OBOR) & Belt and Road Initiative (BRI) juga menjadi ancaman Sehingga, lanjut Donny, dibutuhkan segala kekuatan yang mampu yang menghadapi segala macam ancaman, pengamanan wilayah udara yang canggih, hingga pertahanan untuk menghadapi bahaya rudal balistik. Juga jalur untuk mobilisasi militer dari darat, laut, dan udara untuk persiapan kontingensi dan persiapan jalur untuk VVIP. Ancaman Dari Amerika - China

Terpisah, jika mengutip dokumen paparan dari Lemhanas, tertulis IKN juga rentan terhadap agresi dari negara asing. Kekuatan militer negara adidaya di Indo - Pasifik juga dipertimbangkan sebagai potensi ancaman.

Dimana wilayah IKN masuk dalam radius tiga kapabilitas militer Amerika Serikat seperti pesawat pembom strategis, pesawat jet tempur dan rudal jelajah. Di sisi lain wilayah Indonesia juga masuk dalam radius rudal balistik, pesawat jet tempur, dan pesawat pembom Tiongkok. Selain itu pangkalan militer AS yang tersebar dari Samudera Pasifik hingga Australia juga berpotensi menjadi ancaman.


sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20231201092748-4-493648/tak-hanya-as-china-militer-korut-juga-jadi-ancaman-ikn


bottom of page