top of page

Taiwan Setop Jualan Teknologi Canggih ke Rusia

Kementerian Ekonomi Taiwan memperketat sanksi embargo terhadap Rusia dan Belarusia yang bersekutu untuk menginvasi Ukraina.


Sanksi tersebut kini meliputi bermacam barang dengan teknologi tinggi yang dipakai untuk keperluan militer, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (28/12/2023).


Taiwan sendiri sebelumnya sudah mengutuk serangan dan invasi Rusia ke Ukraina dan mengikuti langkah sejumlah negara Barat yang memberikan sanksi ke Rusia. Namun pada awalnya embargo Taiwan itu terlihat seperti langkah simbolis karena tak banyak perdagangan langsung antara kedua negara tersebut.


"(Embargo) ini dilakukan untuk memenuhi kooperasi internasional dan mencegah ekspor barang teknologi tinggi untuk keperluan militer," ujar Kementerian Ekonomi Taiwan dalam pernyataannya.


Daftar produk yang masuk dalam embargo ini termasuk peralatan untuk membuat semikonduktor, yang merupakan industri keahlian Taiwan. Begitu juga dengan penjualan bahan-bahan kimia dan obat-obatan, yang juga dilarang untuk dijual ke Rusia.


Menurut Kementerian Perdagangan Taiwan, sanksi ini konsisten dengan sanksi yang sebelumnya diumumkan oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain.


Negara-negara tersebut baru-baru ini mengumpulkan sisa-sisa senjata dari medan pertempuran di Ukraina. Dari situ mereka membuat daftar perangkat elektronik dan bermacam komponen -- yang lazim dipakai di berbagai peralatan komersial -- namun ternyata bisa dipakai untuk membuat senjata.


Sebelumnya diberitakan, Ukraina memperingatkan bahwa pihaknya terpaksa mengurangi sejumlah operasi militer karena berkurangnya bantuan persenjataan asing. Memang kebutuhan mereka sangat tinggi untuk melawan Rusia.


Jenderal Oleksandr Tarnavskyi mengatakan pasukan menghadapi kekurangan amunisi di sepanjang seluruh garis depan, sehingga menciptakan masalah besar bagi Kyiv. Ini terjadi ketika bantuan miliaran dolar AS dan Uni Eropa tertahan di tengah perselisihan politik.


Ukraina mengatakan pihaknya berharap dapat meningkatkan industri amunisinya dengan bantuan Barat. Mereka masih sangat bergantung pada pasokan barat, terutama pada pengiriman rudal jarak jauh dan sistem pertahanan udara, untuk melawan Rusia.


bottom of page