top of page

Rusia-China Bersatu, Tolak Resolusi Gencatan Senjata di Gaza Buatan AS

Rusia dan China memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sebelumnya disponsori oleh Amerika Serikat (AS) perihal gencatan senjata di Gaza. Resolusi itu dianggap ambigu dan bukan merupakan tuntutan langsung untuk menghentikan peperangan.


Amerika Serikat, sekutu utama Israel yang sebelumnya mengajukan resolusi yang untuk pertama kalinya akan mendukung "pentingnya gencatan senjata segera dan berkelanjutan" dan mengutuk serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober.


Mengutip Reuters, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan, bahwa resolusi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) itu "sangat dipolitisasi" dan berisi lampu hijau untuk Israel terus melancarkan operasi militer di Rafah, sebuah kota di ujung selatan Jalur Gaza.


Di mana lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk daerah kantung tersebut berlindung di tenda-tenda darurat. "Ini (resolusi) akan membebaskan tangan Israel dan akan mengakibatkan seluruh Gaza dan seluruh penduduknya harus menghadapi kehancuran, kehancuran, atau pengusiran," kata Nebenzia dalam pertemuan tersebut.


Ia mengatakan bahwa sejumlah anggota tidak tetap Dewan Keamanan telah menyusun sebuah resolusi alternatif dan mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi para anggota untuk tidak mendukungnya.


Duta Besar Cina untuk PBB, Zhang Jun, mengkritik naskah yang diusulkan oleh AS karena tidak secara jelas menyatakan penentangannya terhadap operasi militer yang direncanakan oleh Israel di Rafah, yang menurutnya dapat menyebabkan konsekuensi yang parah.


Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa Beijing juga mendukung alternatif resolusi tersebut.

Mengacu draft resolusi terbaru yang telah dibaca Reuters, berisi mengenai tuntutan gencatan senjata segera selama bulan suci Ramadan, pembebasan semua sandera, dan perluasan bantuan kemanusiaan ke Gaza.


Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Jumat bahwa negaranya akan bekerja sama dengan Yordania dan Uni Emirat Arab untuk membujuk Rusia dan Cina agar mendukung resolusi alternatif lain di PBB untuk gencatan senjata di Gaza.


Atas Resolusi yang dipimpin AS tersebut, di mana Aljazair juga memberikan suara tidak dan Guyana abstain, menyerukan gencatan senjata segera dan berkelanjutan selama sekitar enam minggu yang akan melindungi warga sipil dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.


Sebelas dari 15 anggota dewan memberikan suara untuk resolusi tersebut, namun veto Rusia dan Cina menghentikan pengesahannya.

Dewan akan bertemu pada pukul 10 pagi EDT (1400 GMT) pada hari Senin untuk melakukan pemungutan suara pada resolusi alternatif yang dirancang oleh anggota Dewan Keamanan terpilih, kata seorang diplomat. Pemungutan suara direncanakan pada hari Sabtu namun ditunda karena diskusi sedang berlangsung, tambah diplomat tersebut.


Comments


bottom of page