top of page

Pesta Telah Usai: Antusiasme Memudar terhadap Perayaan Akhir Tahun Kantor

"Apakah pesta akhir tahun dianggap bekerja? Apakah kami mendapatkan upah lembur?"



Ini merupakan jenis pertanyaan yang membingungkan manajer yang lebih tua menjelang musim pesta di Jepang. Pesta akhir tahun "bonenkai" pernah dianggap sebagai peluang penting untuk merayakan dan bersantai dengan rekan kerja, tetapi banyak karyawan muda tidak lagi ingin ikut serta dan sejumlah perusahaan saat ini harus mempertimbangkan pekerja yang merasa terpaksa untuk hadir.


Sebuah undangan yang meresahkan

Seorang pekerja kantoran di Tokyo yang berusia 40-an tahun mengatakan tidak tahu cara merespons surel undangan internal yang diterimanya pada November. Subjeknya adalah " Pengumuman 'Nonbisnis' Pesta Akhir Tahun".

Undangan itu merupakan surel massal untuk semua orang di departemen tersebut. Pria itu mengatakan kepada NHK World, ia merasa tidak nyaman dengan istilah "nonbisnis".

"Saya bertanya-tanya mengapa perusahaan bersikukuh mengenai pesta akhir tahun tetapi menggambarkannya seperti itu."

Pria itu, yang enggan datang ke pesta tersebut, menjelaskan, "Sekarang saya telah berhenti minum alkohol. Mengapa kami tidak bisa memutuskan ingin pergi atau tidak secara individu saja?"


Harapan akan upah lembur

Bagi banyak perusahaan, musim pesta akhir tahun ini akan menjadi pertemuan sosial besar sejak dimulainya pandemi, tetapi pembahasan di situs jejaring sosial menunjukkan bahwa tidak semua orang gembira dengan penyelenggaraan kembali acara itu.


"Mengapa kami harus berpartisipasi dan menyenangkan hati bos kami?" tanya seorang karyawan. Pekerja lainnya mengatakan, "Mengapa saya harus ikut pesta tahun baru sepanjang malam di hari itu dan di usia sekarang? Saya harap mereka akan membayar upah lembur."


Pertanyaan uang lembur untuk pesta akhir tahun itu merupakan tema yang berulang.


Sikap di tempat kerja

Sejumlah pekerja menanyakan secara langsung kepada manajemen. Kubota Shinpei, pengacara jaminan sosial dan pekerja yang bekerja dengan perusahaan kecil dan menengah, mengatakan ia secara rutin menerima konsultasi dari manajer dan supervisor yang merasa bingung dengan harapan karyawan.


Tanya (T) Jawab (J) berikut ini meliputi banyak isu yang ditanyakan kepadanya:

Kubota Shinpei, pengacara jaminan sosial dan pekerja.


(T) Apakah pesta akhir tahun dianggap sebagai bekerja?

(J) Jika perusahaan memaksa karyawan untuk menghadiri pesta akhir tahun atau jika perusahaan itu mengatakan bahwa ia akan rugi jika tidak hadir, hal itu dianggap jam kerja dan karyawan itu berhak untuk mendapatkan gaji dan upah lebih untuk menghadiri acara itu.

(T) Apa artinya dipaksa untuk hadir?

(J) Jika seseorang di posisi jabatan lebih tinggi mengatakan, "Anda harus hadir," itu dapat dianggap sebagai sebuah perintah perusahaan. Di perusahaan kecil dan menengah, hal itu dapat disampaikan oleh presiden, eksekutif manajemen, supervisor, atau anggota staf senior. Juga, jika undangan itu memuat kalimat seperti, "Semua orang berpartisipasi," hal itu memperkuat kesan pemaksaan untuk berpartisipasi. Bahkan jika hal itu tidak terlihat seperti sebuah perintah langsung, peserta dapat mengartikannya sebagai urusan perusahaan.

(T) Apa yang dimaksud dengan kerugian?

(J) Kerugian dapat berarti sebuah hukuman bagi yang tidak hadir. Contohnya jika seorang karyawan diberitahukan gajinya akan dikurangi jika tidak berpartisipasi, atau jika secara tidak langsung partisipasinya atau mungkin terkait dengan evaluasi karyawan itu.

(T) Bagaimana mendefinisikan jam kerja?

(J) Menurut Keputusan pengadilan yang pernah ada, jam kerja merupakan "waktu di bawah arahan dan perintah" perusahaan atau operator. Jika seorang atasan mengarahkan karyawan untuk menghadiri pesta akhir tahun yang juga termasuk mitra bisnisnya, masuk akal untuk mempertimbangkan hal itu sebagai jam kerja.

Kecuali seorang karyawan memiliki kebebasan untuk menolak, mungkin ada situasi yang sulit untuk memisahkan antara waktu kerja dan pribadi, yang harus ditangani secara hati-hati, termasuk cara menerbitkan sebuah undangan.

(T) Apa yang harus dilakukan pekerja jika mereka memiliki masalah dengan sebuah undangan?

(J) Meski jika mereka tidak bermaksud untuk menyinggung, menyampaikan pertanyaan seperti: "Apakah ini bisnis? Apakah akan diberi upah lembur?" mungkin akan sulit untuk mempertahankan hubungan dengan rekan kerja. Akan lebih aman untuk membuat alasan mengenai komitmen di luar pekerjaan.

(T) Bagaimana perilaku yang berbeda antar generasi?

(J) Sejumlah orang yang berusia 40-an hingga 60-an tahun merasa penting untuk menjalin ikatan dengan rekan kerja dengan pergi dan minum alkohol bersama. Namun, di antara generasi yang lebih muda, lebih banyak yang mengatakan mereka menghargai kehidupan pribadi mereka atau tidak ingin pergi minum alkohol.


Seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap keseimbangan kehidupan dan pekerjaan serta penghapusan acara berkumpul saat pandemi, tidak perlu lagi untuk mengadakan pesta kerja lagi. Dengan mengingat hal itu, saya rasa penting untuk mengundang orang dengan memperlakukannya bukan sebagai acara wajib. Perusahaan dapat menciptakan atmosfer penyambutan yang membuat orang ingin datang.


Pesta di hari kerja

Sejumlah perusahaan menangani tantangan itu dengan menggelar pesta saat hari kerja.

Sanyou Real Estate, di Kota Fukuyama, Provinsi Hiroshima, memiliki 11 karyawan, tujuh di antaranya adalah perempuan. Beberapa orang mengasuh anak atau merawat orang tuanya dan hanya dapat bekerja dengan waktu yang terbatas.

Sanyou Real Estate di Kota Fukuyama, Provinsi Hiroshima.


"Kami memutuskan untuk menggelar pesta itu di siang hari agar karyawan kami lebih nyaman, menyesuaikan dengan situasi kehidupan mereka sehari-hari," kata wakil presiden perusahaan itu, Tsunoda Chizuru.

Pesta akhir tahun di siang hari.


Tsunoda mengatakan menggelar pesta akhir tahun saat jam kerja memastikan para karyawan dapat berpartisipasi dan menciptakan rasa persatuan di tempat kerja.

Wakil Presiden Sanyou Real Estate Tsunoda Chizuru.


"Jika kami menggelarnya di malam hari di luar jam kerja, ada sejumlah kekhawatiran mengenai pembayaran uang lembur dan waktu pesta itu akan berakhir. Saya juga mengasuh anak dan saya rasa lebih mudah untuk semua orang jika kami menggelar pesta itu saat jam kerja dengan bayaran," jelasnya.


Karyawan Sanyou Real Estate menanti pesta akhir tahun pertama mereka pascapandemi di sebuah restoran pada Desember ini.



bottom of page