top of page

Penjual Soda di Jepang Ditangkap Polisi, eh Ternyata Keluarga Yakuza

Penjual soda di daerah Asakusa ditangkap petugas keamanan. Ia dituduh memeras dan setelah diusut ternyata dia adalah anggota keluarga Yakuza.


Asakusa telah dikenal sebagai tujuan wisata populer di Tokyo. Itu karena tempat ini menyuguhkan wisata yang nyaman dan suguhan wisata dari berbagai era. Dan, seperti pada area wisata lainnya, di sini juga terdapat pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya.


Melansir Soranews24, Rabu (14/2/2024), salah satu penjual tersebut adalah Atsushi Ogawa, yang telah menjadi bagian dari Asakusa selama 15 tahun. Di sini ia menjual soda ramune yang penuh dengan hiasan di Jalan Denboin, dekat Kuil Sensoji.


Ia dikenal kerap memberi pelayanan ramah dan hangat kepada pelanggan. Itu membuatnya populer di kalangan pengunjung dan kerap mengambil foto dan video dirinya.


Dari berjualan di kawasan yang padat pejalan kaki tersebut, Ogawa dilaporkan dapat menghasilkan sekitar 30 ribu Yen per hari atau sekitar Rp 3,12 juta kalau dirupiahkan.


Namun di balik itu, alasan mengapa pria berusia 56 tahun tersebut bisa menempati area tersebut menjadi yang menarik. Ternyata, ia dikenal sebagai Katayama, seorang anggota tingkat tinggi dari keluarga Yakuza Yaneya yang berafiliasi dengan Sumiyoshi-Kai.


Itu adalah privilege yang membuatnya bisa berjualan terus di tempat itu tanpa gangguan. Tetapi, pada Jumat (29/9/2023), ada pria berusia 39 tahun yang berpakaian seperti ninja sedang membagikan brosur ninja experience di dekatnya. Pria itu disebut terlalu dekat dengan wilayah Ogawa, dan Ogawa disebut memeras sang ninja itu.


"Unh-uh, Tuan Ninja, di sinilah tempat saya bekerja. Jadi, jika Anda ingin melakukannya di sini, Anda harus membayar saya 10.000 yen per bulan. Saya Katayama dari Keluarga Yaneya," ucap Ogawa kepada ninja tersebut, berdasarkan laporan.


Tidak jelas apa yang terjadi setelah itu. Namun, Kepolisian Metropolitan akhirnya menangkap Ogawa pada Kamis (8/2/2024). Dia saat ini menghadapi tuduhan pemerasan tetapi menyangkalnya.


"Saya hanya memberinya peringatan karena dia tidak sopan," ujarnya kepada polisi. Terlepas dari penyangkalannya, penangkapannya sendiri telah memberi polisi wewenang untuk menggeledah rumah dan kantor kelompoknya.


Atas kejadian ini, sebagian besar netizen merasa bingung mengapa seorang anggota yakuza berpangkat tinggi menjual soda.


"Apakah yakuza masih baik-baik saja?," tanya seseorang.


"Bagaimana kita bisa sampai pada titik di mana yakuza menjual minuman?," ucap netizen yang heran.


"Saya akan sangat khawatir jika saya adalah Tuan Ninja," ujar netizen.


"10.000 per bulan cukup masuk akal. Dulu pernah sampai 30.000," canda netizen.



Comments


bottom of page