top of page

Matinya Ikan Hokkaido Tidak Terkait Pelepasan Air Olahan Fukushima Daiichi


Ribuan ikan sarden dan makarel terdampar ke pesisir Kota Hakodate, Hokkaido, pada 7 Desember. Satu tabloid Inggris menginsinuasi bahwa pelepasan air yang diolah dari PLTN Fukushima Daiichi berjarak lebih dari 600 km terkait dengan kematian ikan-ikan itu. Namun, sejumlah pakar Jepang mengatakan hal itu tidak benar.

Tonton video (40 detik)


Tabloid Inggris buat kegemparan

Daily Mail, sebuah tabloid besar Inggris, mengunggah video di situs jaringan sosial TikTok serta satu artikel di situsnya dengan pernyataan yang berbunyi, "Ribuan ton ikan mati terdampar di Jepang, tiga bulan setelah negara itu melepaskan air radioaktif Fukushima ke laut."


Jalinan foto video viral di TikTok mengaitkan matinya ikan Hokkaido dengan pelepasan air olahan Fukushima. NHK menambahkan spanduk yang bertuliskan "informasi salah".

Beberapa video yang mengaitkan matinya ikan itu dengan kecelakaan nuklir Fukushima Daiichi juga telah diunggah ke media sosial, termasuk X.

Video ini diunggah di beberapa situs media sosial.


Unggahan itu membuat beberapa media luar negeri melaporkan, "Terdapat kekhawatiran bahwa pelepasan air olahan itu mungkin telah mengakibatkan matinya ikan-ikan tersebut."


Pakar bongkar klaim salah

Para pakar mengatakan tidak ada dasar untuk mengaitkan matinya ikan itu dengan pelepasan air olahan tersebut.


Fujioka Takashi dari Institut Riset Perikanan Hakodate menjelaskan matinya ikan bukanlah hal yang tidak umum. Ia mengatakan sekumpulan ikan bisa saja tersapu ke pantai oleh predator seperti lumba-lumba dan tuna, atau kemungkinan tiba-tiba menghadapi air yang sangat dingin.


Fujioka menekankan bahwa air laut dari Fukushima sepertinya tidak mungkin akan menjangkau Hakodate, yang jaraknya lebih dari 600 km. Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada keabnormalan terdeteksi dalam sarden yang ditangkap di area Hakodate.


Badan perikanan Jepang perangi informasi salah

Pejabat badan perikanan, Mori Ken, mengatakan badan itu dan kementerian lingkungan hidup telah memastikan bahwa tingkat tritium di lautan lepas pantai Fukushima berada di bawah level yang bisa dideteksi. Ia mengatakan insinuasi bahwa ikan tersebut mati akibat air olahan itu tidak ada dasarnya.


Mori menambahkan, "Penyebaran informasi yang tidak berdasar merupakan situasi yang mengkhawatirkan, jadi saya ingin menyebarkan informasi akurat, termasuk hasil pemantauan."


Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, "Sudah dipastikan bahwa air olahan tersebut dilepaskan dengan aman dan tidak ada abnormalitas yang terpantau."



bottom of page