top of page

Korsel ke Kim Jong Un: Rezim Korut Tamat jika Pakai Senjata Nuklir


Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol bersumpah bakal menghabisi rezim Korea Utara jika tetap nekat menggunakan senjata nuklir.

"Jika Korea Utara menggunakan senjata nuklir, rezim mereka bakal diakhiri oleh tanggapan luar biasa dari aliansi Korea Selatan-Amerika Serikat," kata Yoon saat pidato memperingati Hari Angkatan Bersenjata, Selasa (26/9).


Yoon berujar Korea Utara terus-menerus mengembangkan kemampuan nuklir dan rudal mereka, terlepas dari berbagai peringatan yang telah diberikan komunitas internasional dalam beberapa dekade terakhir.


Dia menilai Korut sudah terang-terangan mengancam dunia dan menimbulkan "tantangan besar" terhadap perdamaian global.


"Rakyat kami tidak akan pernah tertipu oleh trik perdamaian palsu rezim komunis Korea Utara, para pengikutnya, dan pasukan anti-negara," ujar Yoon, seperti dikutip Radio Free Asia (RFA), Senin (25/9).


Komentar Yoon ini merupakan yang terbaru di tengah serangkaian peringatan Korsel kepada Korut merespons provokasi Pyongyang yang semakin menjadi-jadi.


Pada September 2022, Korut mengumumkan undang-undang (UU) baru mengenai penggunaan senjata nuklir. Dalam UU baru itu, Pyongyang menggambarkan keadaan di mana senjata nuklir bisa digunakan, baik untuk pembalasan serta untuk pencegahan.


UU itu mengizinkan Korut menggunakan senjata nuklir lebih dulu apabila mendeteksi ada peluncuran atau pendekatan dari senjata pemusnah massal.


Pyongyang juga bisa menggunakan senjata nuklir lebih dulu jika merasa ada ancaman terhadap kepemimpinan negara, baik itu serangan nuklir atau non-nuklir. Korut juga boleh memakai senjata nuklir jika ada serangan signifikan terhadap aset strategis negara.


"Rezim Korut harus menyadari dengan jelas bahwa senjata nuklir tidak akan pernah bisa menjamin keamanannya," kata Yoon.


Seiring dengan itu, Yoon bersumpah bakal memperluas cakupan aliansi Korsel-AS hingga ruang angkasa dan siber guna memperkuat kapabilitas sekutu.


Yoon juga menyentil Pyongyang dengan menyebut obsesi mereka terhadap senjata nuklir cuma memperburuk penderitaan rakyat Korut.


"Mereka terus mengeksploitasi dan menindas rakyatnya serta melanggar hak asasi manusia mereka," ucapnya.



Postingan Terakhir

Lihat Semua

Jepang, AS, Korsel Diskusikan Pergerakan Mata Uang

Para menteri keuangan Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan menyatakan akan terus berkonsultasi erat mengenai perkembangan pasar valuta asing. Komentar tersebut disampaikan setelah mata uang yen

Comments


bottom of page