top of page

Konflik di Laut Merah "Makan Korban" Baru Lagi: China

Konflik di Laut Merah sepertinya memakan korban baru, yakni China. Pengusaha asal negeri itu mengatakan gangguan terhadap angkutan di area tersebut mengancam kelangsungan perusahaan.


Han Changming salah satunya. Pendiri Fuzhou Han Changming International Trade Co Ltd yang berpusat di provinsi timur Fujian itu mengatakan bisnisnya terpengaruh karena eskalasi di jalur pelayaran global itu.


Perusahaannya diketahui mengekspor mobil buatan China ke Afrika dan mengimpor kendaraan off-road dari Eropa. Khusus pengiriman kontainer ke Eropa, biaya telah melonjak menjadi sekitar US$7.000 (sekitar Rp 109 juta) dari US$3.000 pada bulan Desember.

"Gangguan ini telah menghapus keuntungan kami yang sudah tipis," kata Han, seraya menambahkan bahwa premi asuransi pengiriman yang lebih tinggi juga berdampak buruk pada perusahaan, dikutip Reuters, Jumat (19/1/2024).


Meningkatnya ketegangan di salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia ini telah memperlihatkan kerentanan perekonomian China. Diketahui Beijing sangat bergantung pada ekspor yang rentan terhadap gangguan pasokan dan guncangan permintaan eksternal.


Apalagi ekonomi melemah saat ini, seiring krisis properti, lemahnya permintaan konsumen, menyusutnya populasi, dan lesunya pertumbuhan global. Kemarin, badan statistik China mengatakan PDB di 2023 hanya 5,2%, terlemah sejak beberapa dekade.


Tutupnya pabrik dan cutinya ratusan pekerja migran karena Tahun Baru Imlek di bulan Februari, juga menciptakan kekacauan lain. Barang otomatis akan makin terlambat datang bahkan bisa saja mengalami kelangkaan.


"Karena perdagangan Eropa dan Afrika menyumbang 40% dari keseluruhan bisnis .. kami memohon kepada pemasok dan pelanggan untuk menanggung sebagian biaya tambahan agar perusahaannya tetap bertahan," kata Han lagi.


"Waktu pengiriman untuk beberapa pesanan tertunda hingga beberapa minggu," ujarnya.


Hal sama juga dikatakan Mike Sagan, wakil presiden perusahaan rantai pasokan dan operasi KidKraft yang berbasis di Shenzhen, China. Menurutnya, banyak pelanggan Eropa yang menginjak rem ke perusahaan pembuat peralatan bermain di luar ruangan dan mainan kayu itu.


"Jangan kirimkan apa pun, tunggu," katanya menirukan pelanggan Eropa-nya.

"Banyak pemasok, mereka berteriak-teriak soal uang hari ini," kata Sagan, yang perusahaannya juga memasok pengecer termasuk Walmart di AS.


Ia mengatakan kekhawatiran bagi produsen besar, adalah efek bola salju terhadap pemasok kecil dengan margin yang ketat. Karena mereka akan menjadi pihak terakhir yang menerima pembayaran namun sangat penting bagi rantai pasokan.


Sebelumnya, serangan militan Houthi Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah mengganggu perdagangan maritim. Houthi mengatakan melakukan serangan ke kapal-kapal yang terkait Israel, sebagai protes serangan negara itu ke Gaza, Palestina.

Ini kemudian dibalas AS dan Inggris dengan menyerang Yaman, basis Houthi. Namun sayangnya kekerasan makin terus terjadi.


Perlu diketahui, Laut Merah adalah rute terpendek pelayaran dari Asia ke Eropa dan sebaliknya, melalui Terusan Suez. Beberapa kapal mengubah rute ke rute Timur-Barat yang lebih panjang melalui ujung selatan Afrika, Tanjung Harapan, Afrika Selatan.


Berputar ke Tanjung Harapan menambah jadwal pengiriman selama dua minggu, mengurangi kapasitas peti kemas global dan memutus rantai pasokan. Karena akan memerlukan waktu lebih lama bagi kapal untuk kembali ke tujuan.


"Hal ini mungkin berarti penundaan barang yang dijadwalkan tiba di rak-rak Barat pada bulan April atau Mei," menurut BMI, sebuah perusahaan riset industri.


"Beberapa perusahaan logistik telah melaporkan kekurangan kontainer di pelabuhan Ningbo-Zhoushan di TChina salah satu pelabuhan tersibuk di dunia berdasarkan tonase kargo," tambahnya.


Menurut Middle East Institute, sebuah wadah pemikir yang berbasis di Washington, Terusan Suez sendiri adalah jalur utama pengiriman barang China ke arah barat. Termasuk sekitar 60% ekspornya ke Eropa.


Pemerintah China Bereaksi

Sementara itu, pemerintah China bereaksi. Negeri Presiden Xi Jinping semua pihak menahan diri.


"Diharapkan pihak-pihak terkait akan berangkat dari kepentingan keseluruhan keamanan dan stabilitas regional serta kepentingan bersama masyarakat internasional," kata Juru Bicara Kementerian He Yadong sebagaimana dilaporkan berita negara Xinhua, dikutip AFP, mengomentari Laut Merah.


"Beijing berharap pihak-pihak yang terlibat akan memulihkan dan menjamin keamanan jalur air di Laut Merah dan bersama-sama menjaga kelancaran produksi global dan rantai pasokan serta tatanan normal perdagangan internasional", lapor media itu lagi.


"Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan departemen terkait, mengikuti perkembangan terkait, dan memberikan dukungan dan bantuan tepat waktu kepada perusahaan perdagangan luar negeri," ujarnya.


Di sisi lain, seorang pejabat senior Huthi menjanjikan perjalanan yang aman bagi kapal-kapal Rusia dan China melalui Laut Merah, Jumat. Mohammed al-Bukhaiti mengatakan perairan di sekitar Yaman aman selama kapal tidak terhubung dengan negara tertentu, khususnya Israel.


bottom of page