top of page

Keputusasaan Ibu Bertambah, 46 Tahun Setelah Putrinya Diculik Korea Utara

Rabu (15/11/2023) menandai 46 tahun diculiknya anak perempuan Jepang berusia 13 tahun oleh agen Korea Utara. Ibunya, Sakie, yang kini berusia 87 tahun, mendesak pemerintah untuk melakukan segala upaya guna memulangkan putrinya.


Yokota Megumi adalah salah satu dari setidaknya 17 warga negara Jepang yang diculik oleh agen-agen Korea Utara pada tahun 1970-an dan 1980-an. Lima di antaranya dipulangkan ke Jepang pada 2002, tetapi keberadaan 12 korban lainnya masih belum diketahui.

Megumi diculik di Kota Niigata yang berada di pesisir Laut Jepang, ketika dalam perjalanan pulang dari SMP pada 15 November 1977.


Yokota Megumi dalam foto yang diambil pada April 1977.

Anda mungkin tertarik: Seorang Murid Perempuan Diculik di Jalanan

Bersama dengan keluarga dari korban penculikan lainnya, Sakie terus berkampanye selama puluhan tahun demi pemulangan putrinya. Ia memberikan pidato dan mengumpulkan tanda tangan di seluruh Jepang.


Ia masih belum menyerah. Namun, ia tidak dapat menyembunyikan keputusasaannya dalam wawancara dengan NHK WORLD-JAPAN pada Selasa (14/11/2023).

"Saya dipenuhi dengan rasa frustrasi, keputusasaan, dan kesedihan," tuturnya. "Saya telah meminta bantuan dari perdana menteri saat ini dan para pendahulunya. Saya tidak dapat menahan untuk bertanya-tanya mengapa isu ini hanya mengalami sedikit saja kemajuan."

Yokota Sakie berbicara dengan NHK WORLD-JAPAN melalui telepon, satu hari sebelum peringatan ke-46 tahun penculikan putrinya.


Sakie mendesak pemerintah untuk mengambil langkah yang berani dan menyelenggarakan pertemuan puncak dengan Korea Utara sesegera mungkin guna memulangkan semua korban penculikan.


WN Jepang mantan korban penculikan peringatkan waktu akan segera berakhir


Pemulangan lima korban penculikan ke Jepang pada Oktober 2002 bisa dilaksanakan menyusul pertemuan puncak Tokyo-Pyongyang. Pemimpin Korea Utara saat itu, Kim Jong Il, telah mengakui adanya penculikan tersebut.


Hasuike Kaoru, salah satu orang yang dikembalikan, menyampaikan pidato mengenai Megumi di Kota Niigata pada Selasa.

Hasuike Kaoru, diculik oleh Korea Utara pada 1978, kembali ke Jepang pada 15 Oktober 2002.


Ia mendesak pemerintah Jepang untuk mengumpulkan informasi mengenai apa yang diinginkan Korea Utara serta menjelaskan posisi Jepang dengan tujuan mengadakan pertemuan puncak bilateral.


Ia menjelaskan bahwa perbaikan hubungan Jepang-Korea Utara mustahil jika Korea Utara tidak memulangkan para korban penculikan saat orang tua mereka, termasuk Sakie, masih hidup.


Hasuike menekankan pentingnya untuk menyatakan kepada Pyongyang bahwa waktunya sudah hampir habis, tidak hanya bagi Jepang, tetapi juga untuk Korea Utara.


bottom of page