top of page

Jepang Susul Negara Lain Pergi ke Bulan, Ini Misi yang Ingin Dicapai


Setelah beberapa negara meluncurkan misi ke Bulan, kini Jepang juga akan meluncurkan misi bersejarahnya. Jepang akan menjalankan misi melalui pendarat Bulan bernama SLIM yakni teleskop sinar-X XRISM pada doubleheader luar angkasa.

Roket H-2A Jepang yang membawa pendarat Bulan SLIM dan teleskop luar angkasa XRISM lepas landas dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima tanggal 6-7 September 2023.


Melansir laman Space, kedua pesawat ruang angkasa tersebut dikerahkan sesuai jadwal, secara berurutan kurang dari satu jam setelah lepas landas.


Jika semua berjalan sesuai rencana, beberapa bulan dari sekarang, SLIM ("Pendarat Cerdas untuk Investigasi Bulan") akan berupaya melakukan pendaratan pertama di Bulan bagi Jepang.


Apa Tujuan Misi SLIM Jepang ke Bulan?

Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) memberikan keterangan bahwa proyek SLIM ini bertujuan untuk mencapai sistem penyelidikan ringan dalam skala kecil dan menggunakan teknologi pendaratan tepat untuk penyelidikan Bulan di masa depan.


"Proyek ini bertujuan untuk mengurangi beban peralatan pengamatan dengan fungsi lebih tinggi dan mendarat di planet yang kekurangan sumber daya, dengan tujuan untuk penelitian tata surya di masa depan," terang JAXA.


SLIM sendiri merupakan pesawat ruang angkasa kecil yang berukuran tinggi hanya 2,4 meter, panjang 2,7 meter, dan lebar 1,7 meter. Saat lepas landas, beratnya sekitar 1.540 pon (700 kilogram), tetapi sekitar 70% dari berat tersebut adalah propelan (bahan pendorong).


Mengamati Permukaan Bulan

Diketahui, dalam proyek ini, SLIM akan menempuh rute yang panjang, dengan hemat bahan bakar, sebelum akhirnya mencapai orbit Bulan dalam tiga hingga empat bulan dari sekarang.


SLIM nantinya akan mengamati permukaan Bulan sebelum mencoba mendarat di dalam Kawah Shioli, fitur tumbukan selebar 300 meter yang terletak di 13 derajat lintang selatan, di sisi dekat Bulan.


SLIM akan mendarat dalam jarak 100 meter dari titik target di Kawah Shioli. Tujuannya adalah untuk mendemonstrasikan teknologi pendaratan tepat yang dapat mengeksplor Bulan, dan benda langit lainnya, untuk penelitian yang lebih luas.


"Dengan menciptakan pendarat SLIM, manusia akan melakukan perubahan kualitatif untuk bisa mendarat di tempat yang kita inginkan dan bukan hanya di tempat yang mudah untuk mendarat, seperti yang terjadi sebelumnya," tulis pejabat JAXA lebih lanjut.


"Dengan mencapai hal ini, akan ada kemungkinan untuk mendarat di planet yang sumber dayanya lebih lengkap dibandingkan Bulan," tutur mereka.


Sebagai informasi, SLIM bukanlah pendarat Bulan pertama yang dibuat JAXA. Pesawat kecil OMOTENASHI milik badan tersebut adalah salah satu dari 10 cubeat yang diluncurkan dengan misi bulan Artemis 1 NASA pada November 2022.


Meskipun Artemis 1 berhasil, OMOTENASHI tidak. Ilmuwan tidak dapat menjalin komunikasi dengan wahana kecil itu tepat pada waktunya untuk upaya pendaratan yang direncanakan.


Sebelumnya, juga ada pendarat Hakuto-R milik perusahaan ispace yang berbasis di Tokyo yang mencapai orbit Bulan. Tetapi wahana ruang angkasa itu jatuh saat upaya pendaratannya pada Bulan April lalu.


Oleh karena itu, kesuksesan SLIM ke depan akan menjadi sebuah sejarah bagi Jepang. Terlebih sejauh ini, hanya empat negara yang telah melakukan pendaratan lunak di Bulan yakni Uni Soviet, Amerika Serikat, Tiongkok, dan India.


sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6922508/jepang-susul-negara-lain-pergi-ke-bulan-ini-misi-yang-ingin-dicapai

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Коментарі


bottom of page