top of page

Hal Tentang Festival Qingming atau Cengbeng Yang Perlu Bambooers Ketahui

05-04-2019 Festival Qingming (hanzi tradisional: 清明節; sederhana: 清明节; pinyin: qīng míng jié) atau Cheng Beng (bahasa Hokkian) adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran Khong Hu Cu. Disebut juga sebagai hari bersih-bersih makam, kubur atau hari ziarah kubur dalam bahasa Indonesia. Festival ini umumnya jatuh pada tanggal 4 atau 5 April setiap tahunnya. Qingming merupakan perayaan ke-2 Tionghoa setelah Festival Imlek. Setiap tahun, Festival Qingming (Cheng Beng) jatuh pada tanggal 4 atau 5 April. Di Tiongkok, festival ini malah diperingati selama 3 hari berturut-turut, dan merupakan hari libur Nasional, dimulai dari tanggal 3-5 April 2019.

Festival Qingming (Cheng Beng) merupakan perayaan tradisional di Tiongkok. Inilah salah satu hari persembahyangan yang paling utama bagi sebagian besar masyarakat Tionghoa; dimana mereka membersihkan makam dan mengenang para leluhur mereka. Pada hari itu kegiatan membersihkan makam merupakan kegiatan terpenting untuk menunjukkan bentuk rasa hormat kepada para leluhur! Sebagai info, di Tiongkok pada tanggal 20 Mei 2006 festival ini resmi masuk ke dalam daftar salah satu dari perayaan warisan budaya Nasional mereka.


Ada berbagai macam kegiatan selama Festival Qingming (Cheng Beng). Simak Ulasannya yaaa :)

1. Membersihkan Makam – Tradisi Penting dalam Festival Qingming (Cheng Beng)

Masyarakat mengenang dan menunjukkan rasa hormat kepada leluhur dengan mengunjungi makam, mempersembahkan sajian berupa makanan, teh, anggur, membakar dupa, kertas perak dan emas (sebagai lambang uang), dsb. Mereka menyapu makam agar bersih, menyiangi rumput liar, menambahkan tanah baru yang masih segar, menancapkan dahan daun pada makam, membakar dupa dan uang2an kertas. Mereka memanjatkan doa di depan batu nisan (bongpay), memohon agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan berkah. Namun, kini adat istiadat ini lambat laun telah jauh lebih disederhanakan, terutama di kota-kota besar yang umumnya terkena pengaruh Barat, dimana hanya karangan bunga yang dipersembahkan kepada anggota keluarga yang telah meninggal.


2. Meletakkan Dahan Daun pada Pagar

Selama Festival Qingming (Cheng Beng), masyarakat menggunakan potongan dahan daun dan meletakkannya pada pagar dan pintu depan rumah. Diyakini bahwa tradisi ini dapat menangkal arwah jahat yang gentayangan selama Cheng Beng. Bahwa dahan dianggap memiliki kekuatan magis terutama berasal dari pengaruh ajaran Buddha. Dalam gambar-gambar klasik seringkali terlihat Dewi Welas Asih Guanyin sedang duduk bersila sambil memegang sebuah vas berisi air dan dahan daun di dalamnya. Dewi Guanyin menggunakan air dan daun untuk mengusir hantu. Menurut catatan sejarah, terdapat pepatah kuno yang mengatakan “Letakkan dahan daun pada pagar, hantu akan keluar menjauh dari dalam rumah”.


3. Melakukan Perjalanan di Musim Semi

Qingming disebut pula dengan Festival Taqing. Taqing (踏青; tapak hijau) berarti bertamasya di musim semi, dimana masyarakat keluar dari rumah untuk menikmati keindahan mekarnya musim semi. Biasanya perayaan ini jatuh tidak lama sebelum segala sesuatu bersemi berubah warna menjadi hijau di belahan utara, dan masuk pada musim berseminya bunga di belahan selatan. Pada saat masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah, seiring dengan mulai menghangatnya cuaca, inilah pertanda awal datangnya musim semi.


4. Menerbangkan Layang-Layang

Menerbangkan layang-layang juga menjadi tradisi penting yang sangat dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik tua dan muda, selama perayaan ini berlangsung. Layang-layang dengan berbagai bentuk yang unik diterbangkan selama Festival Qingming (Cheng Beng), tidak hanya pada pagi dan siang hari, tetapi juga bahkan pada malam hari. Lampion kecil berwarna-warni diikatkan pada layang-layang atau pada benang penahan layang-layang. Pada waktu layang-layang diterbangkan pada malam hari, cahaya lampion terlihat indah seperti kelap-kelip bintang di langit.


Di waktu lampau orang menggunting benang layang-layang dan membiarkannya terbang bebas di angkasa. Tradisi ini diyakini dapat membawa keberuntungan dan melenyapkan penyakit. Menerbangkan layang-layang sangat populer di seluruh penjuru Tiongkok, dan umumnya Anda akan menjumpai banyak orang memainkannya di lapangan besar dan taman-taman kota di seluruh pelosok negeri tersebut.

Satu hari sebelum Cheng Beng merupakan Hari Pangan Dingin, yang merupakan hari tradisional di Tiongkok. Seiring dengan berjalannya waktu, kedua hari ini berangsur-angsur digabung menjadi satu perayaan. Kini masyarakat di beberapa tempat masih memiliki tradisi menyantap makanan dingin pada saat Festival Qingming. Tempat yang berbeda memiliki hidangan yang berbeda pula selama Festival Qingming (Cheng Beng) ini. Hidangan tradisional perayaan ini meliputi bola pangsit hijau manis, bubur persik, kue kering renyah, siput Cheng Beng dan telur. Umumnya hidangan ini dimasak 1-2 hari sebelum Festival Qingming (Cheng Beng) tiba. Semoga informasi ini memberikan manfaat yaaa Bambooers :)





Untuk Info lebih lanjut mengenai pembelajaran bahasa Mandarin, jepang, korea dan Program Bea siswa Full ke China dapat menghubungi :

Admin : +6285266840608

Admin : +6285266101952

WEB : www.Bamboocyberschool.com

Instagram : Bamboocyberschool

Facebook : Bamboocyberschool

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Jepang, AS, Korsel Diskusikan Pergerakan Mata Uang

Para menteri keuangan Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan menyatakan akan terus berkonsultasi erat mengenai perkembangan pasar valuta asing. Komentar tersebut disampaikan setelah mata uang yen

Comments


bottom of page