top of page

Gempa di Taiwan, Pasokan Chip Sedunia Bisa Terganggu

Taiwan diguncang gempa Magnitudo 7,2, dan salah satu yang terkena dampak adalah TSMC, perusahaan chip terbesar di dunia, yang produksinya harus disetop sementara.


TSMC mengaku semua karyawannya selamat, namun beberapa pabriknya dievakuasi sebagai tindakan pencegahan. Ada juga beberapa alat produksi yang rusak akibat gempa tersebut.



Namun TSMC memastikan kalau peralatan pembuatan chip yang paling penting, yaitu mesin litografi extreme ultraviolet (EUV) tidak mengalami kerusakan. Mereka mengklaim lebih dari 70% semua peralatan produksi chipnya pulih 10 jam setelah gempa bumi.



Begitu juga pabriknya di Tainan yang sudah pulih hingga 80%. Pabrik di Tainan ini dipakai untuk memproduksi prosesor iPhone dan chip AI Nvidia. Hal ini cukup melegakan mengingat TSMC adalah pembuat chip yang memasok 90% dari chip canggih di dunia.



"Mungkin saja hal ini bisa menyebabkan disrupsi kecil," kata Chris Miller, penulis buku Chip War: The Fight for the World's Most Critical Technology, seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Jumat (5/4/2024).



Misalnya penundaan pasokan chip terbaru untuk iPhone yang bisa berdampak pada penundaan penjualan iPhone terbaru, atau bisa juga penundaan chip AI terbaru Nvidia.



Ditambah lagi, sejumlah analis menyebut penundaan produksi chip paling canggih TSMC juga bisa menimbulkan masalah baru. Pasalnya, proses produksi tersebut membutuhkan maintenance terus menerus, jika tidak, penundaan produksinya bisa berlangsung lebih lama.



"Beberapa chip kelas atas membutuhkan operasional tidak terputus selama 24/7 dalam kondisi vacuum selama beberapa minggu. Penundaan operasional di kawasan industri utara Taiwan bisa saja mengakibatkan kerusakan pada produksi chip kelas atas," kata analis Bum Ki Son dan Brian Tan.



Pada tahun 1999 juga pernah terjadi gempa bumi di Taiwan. Saat itu, gangguan yang terjadi pada proses produksinya hanya terjadi selama beberapa hari. Sehingga konsumen tak perlu mencari alternatif pabrikan lain untuk memproduksi chipnya.



"Jika terjadi disrupsi, konsumen tak perlu mencari pemasok alternatif. Mereka cuma perlu menunggu lebih lama untuk chipnya," tambah Miller.




Postingan Terakhir

Lihat Semua

Komentarze


bottom of page