top of page

Ga Sempat Nyekar Sewa Saja Peziarah Bayaran, Tugasnya Nangis sampai Doa



Perusahaan China menawarkan layanan peziarah untuk mereka yang tak dapat datang ke makam keluarga saat Festival Qing Ming atau Hari Pembersihan Makam.

Dilansir dari Global Times, Minggu (10/4/2022) perusahaan bernama Xianyu mengumumkan para peziarah bayaran itu dapat diminta melakukan apapun di makam keluarga. Salah satunya adalah menangis atas nama klien.


Selain menangis, mereka juga dapat diminta untuk membakar kertas persembahan dan menyapu kuburan untuk klien. Mereka juga menyanggupi klien yang meminta mereka membaca puisi dan melakukan sesi obrolan dengan makam keluarga.


Untuk mendapatkan layanan ini, klien harus membayar 189 yuan (sekitar Rp 427 ribu) untuk durasi 10 menit kunjungan. Jumlah yang harus dibayar ini akan bertambah jika mereka meminta membersihkan makam, bersujud, mengobrol, dan menempatkan sesaji.


"Anda harus memesan layanan sebelum jam 2 siang setiap hari," kata perusahaan itu.


"Jika klien memiliki sesuatu untuk dikatakan, kami dapat menyampaikan pesan mereka," ujarnya lagi.


Baca juga: Mengenal Tradisi Resik Lawon, Bersihkan Makam Jelang Ramadhan

Layanan peziarah bayaran itu semakin populer bagi orang-orang yang tidak dapat kembali ke rumah untuk berduka atas kehilangan anggota keluarga. Apalagi saat ini terdapat pembatasan dan pengendalian COVID-19 yang ketat selama masa liburan.


Seorang klien mengatakan agen akan mengirimkan foto kepadanya setelah menyelesaikan layanan.


Sementara itu, seorang manajer pemakaman Fu Shou Yuan di Shanghai mengatakan layanan itu merespons peluang saat lonjakan kasus COVID-19. Layanan ziarah berbayar itu pun meningkat.


Selain menggunakan jasa perusahaan untuk mewakili kegiatan ziarah, pihak berwenang juga mendorong dilakukannya duka virtual sehingga orang-orang dapat berkabung melalui situs resmi dan platform Wechat dari pemakaman lokal.



Postingan Terakhir

Lihat Semua

Jepang, AS, Korsel Diskusikan Pergerakan Mata Uang

Para menteri keuangan Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan menyatakan akan terus berkonsultasi erat mengenai perkembangan pasar valuta asing. Komentar tersebut disampaikan setelah mata uang yen

Comments


bottom of page