top of page

Baju Zirah Samurai Jepang Akhirnya Pulang ke Kampung Halaman


Satu set baju zirah samurai kembali ke pangkuan Jepang. Baju zirah itu 'pulang kampung' untuk perbaikan.

Dilansir dari Asahi Shimbun (21/11), baju zirah samurai itu adalah hadiah diplomatik pada abad ke-19 yang diberikan oleh Jepang pada Malta. Baju zirah ini diperbaiki menjelang pameran mereka di Osaka Kansai Expo 2025.


Baju zirah samurai ini disebut sebagai artefak dari abad pertengahan Periode Edo (1603-1867). Baju ini memiliki kualitas yang sebanding dengan samurai peringkat atas yang melayani penguasa feodal Daimyo pada saat itu.


Tiga set baju itu rusak parah karena disimpan dalam kotak di ruang bawah tanah militer selama beberapa dekade. Berada di area kepulauan Mediterania, membuat baju zirah yang didominasi logam besi itu mulai berkarat dan kehilangan kilaunya.


Harumasa Miyashita, Presiden Miyaobi, pedagang dan tukang reparasi barang antik yang berbasis di Kyoto ditugaskan untuk merestorasi baju zirah itu.


"Dipercakayan untuk merawat harta karun bersejarah seperti ini memberi saja rasa kagum dan tanggung jawab yang besar," ungkapnya.


Artefak itu dihadiahkan pada tahun 1862 oleh delegasi Jepang ke Eropa saat singgah di pulau penting strategis, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Inggris.


"Kami akan melakukan yang terbaik dengan seluruh keterampilan dan keahlian perajin kami," kata Miyashita.


Baju zirah samurai ini nantinya akan dipajang di pameran bersama dengan baju zirah Soveireign Order of Malta.


"Saya menantikan untuk melihat baju zirah bersinar lagi. Saya berharap proyek restorasi ini akan menyoroti hubungan bersejarah antara Malta dan Jepang, mendorong pertukaran budaya antar kedua negara," ujar Andre Spiteri, duta besar Malta untuk Jepang.



bottom of page