top of page

Arti Bunga Krisan, Lambang Kekaisaran yang Perlu Naungan di Terik Matahari


Bunga krisan atau seruni adalah lambang kekaisaran Jepang yang juga disebut kiku (菊). Penggunaan krisan dikarenakan bentuknya yang mirip matahari. Sementara keluarga kaisar dianggap sebagai keturunan langsung dewa matahari (Amaterasu).

Sebagai simbol kekaisaran, krisan dilukiskan memiliki 16 helai mahkota bunga. Bunga krisan memiliki sejarah panjang dalam kehidupan manusia. Krisan juga memiliki banyak arti dan makna di seluruh dunia. Berikut penjelasan lengkapnya.


Arti dari Lambang Bunga Krisan dan Sejarahnya

Dilansir dari laman Binus University, bunga krisan telah dibudidayakan di Tiongkok sekitar 3000 tahun yang lalu. Kemudian, sekitar abad ke-8, bunga ini pertama kali dibawa masuk ke Jepang dari daratan China.


Pada zaman kuno di Tiongkok, bunga krisan melambangkan kelembutan. Saat ini, oleh masyarakat Tiongkok, bunga krisan dipercaya sebagai penangkal rambut beruban dan pemberi umur panjang.


Di Jepang, motif bunga krisan disukai lantaran dianggap sebagai pembawa keuntungan. Inilah yang menjadikan motif bunga krisan sering dipakai sebagai ornamen kimono di zaman Heian. Masyarakat Jepang mempercayai bunga ini sebagai tanda kesehatan dan umur panjang.


Di Asia, bunga krisan umumnya melambangkan kesetian, kebahagiaan, persahabatan, kepercayaan, optimisme, serat umur panjang. Adapun di Eropa, bunga ini melambangkan rasa hormat dan kehormatan.


Makna Bunga Krisan Berdasarkan Warnanya

Bunga krisan memiliki makna yang berbeda-beda tergantung dengan warna, jenis, dan budaya tempat bunga tersebut berada. Berikut ini makna bunga krisan berdasarkan warnanya.


1. Bunga krisan putih

Warna putih umumnya identik dengan kesucian, kepolosan, spiritualitas, kesetiaan, dan kejujuran. Selain itu, warna putih juga melambangkan perasaan belasungkawa.


Bunga krisan putih melambangkan rasa simpati. Bunga krisan dengan warna ini biasanya dapat digunakan untuk berbagai acara, baik acara bahagia maupun duka.


2. Bunga krisan merah

Warna merah melambangkan cinta, romantis, perasaan yang kuat, dan gairah yang mendalam. Demikian pula dengan bunga krisan merah.


Bunga krisan dengan warna ini cocok digunakan sebagai hadiah untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap pasangan.


3. Bunga krisan merah muda (pink)

Di Jepang, bunga krisan merah muda atau pink digunakan sebagai lambang keluarga Kekaisaran. Selain itu, bunga krisan merah muda juga dipercaya mewakili umur panjang, membawa perasaan kasih sayang, ketertarikan, dan romansa yang lembut.


4. Bunga krisan kuning

Warna kuning identik dengan simbol kebahagiaan dan perasaan ceria. Di Amerika bunga krisan kuning adalah simbol kebahagiaan, kegembiraan, perayaan, juga semangat tinggi. Namun dalam tradisi Victoria, bunga krisan kuning mewakili kesedihan dan cinta yang diabaikan.


5. Bunga krisan ungu

Bunga krisan ungu melambangkan ucapan selamat kepada penerimanya. Bunga krisan dengan warna ini biasanya digunakan untuk memberikan selamat kepada anggota keluarga, teman, sahabat atas pencapaiannya, dan pasien usai pulih dari sakitnya.


6. Bunga krisan hijau

Hijau merupakan warna yang melambangkan kesan positif. Bunga krisan hijau melambangkan kelahiran kembali, pembaruan, nasib baik, kesehatan yang baik, serta kemudaan.


7. Bunga krisan oranye

Dalam tradisi bunga, warna oranye melambangkan adanya harapan, kegembiraan, antusiasme, dan gairah yang meluap-luap. Makna ini juga berlaku pada bunga krisan oranye.


Apakah Bunga Krisan Tahan Panas Matahari?

Krisan biasa ditanam sebagai penghias halaman rumah atau bunga petik. Budidaya bunga krisan dilakukan di dataran tinggi dengan hawa yang sejuk dengan limpahan cahaya matahari. Krisan sendiri sebetulnya adalah tanaman subtropis.


Dikutip dari tulisan berjudul Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kadar Daminosida Terhadap Iklim Mikro dan Pertumbuhan Tanaman Krisan Dalam Pot, bunga krisan memerlukan intensitas cahaya matahari 32 ribu lux. Sedangkan kekuatan cahaya matahari di Indonesia bisa mencapai 50 ribu lux pada ketinggian 1.000 meter.


Dalam tulisan karya Libria Widiastuti, dkk, dalam jurnal Ilmu Pertanian itu dijelaskan, krisan membutuhkan paranet sebagai naungan. Jaring-jaring ini menghalangi krisan terpapar cahaya matahari sepenuhnya.


Krisan sebetulnya bisa tumbuh tanpa paranet asal di hawa sejuk. Namun krisan tanpa paranet tidak bisa memiliki cabang dan berbunga. Tanaman ini hanya tumbuh tinggi ke atas. Paranet bisa dibuka ketika kuncup krisan tumbuh sehingga segera mekar sempurna.


Nah, itu dia penjelasan seputar lambang bunga krisan dan ketahanannya di bawah cahaya matahari. Semoga artikel ini bermanfaat.



Postingan Terakhir

Lihat Semua

Jepang, AS, Korsel Diskusikan Pergerakan Mata Uang

Para menteri keuangan Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan menyatakan akan terus berkonsultasi erat mengenai perkembangan pasar valuta asing. Komentar tersebut disampaikan setelah mata uang yen

Comentários


bottom of page